TEKNOLOGI

Kualitas Udara, Rentang Parameternya Yang Baik Untuk Manusia

Kualitas udara merujuk pada kondisi atau tingkat kebersihan udara di suatu wilayah atau lokasi tertentu. Ini melibatkan sejumlah parameter atau komponen yang menggambarkan sejauh mana udara tersebut aman dan sehat untuk dihirup oleh makhluk hidup. Kualitas udara yang buruk dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan, seperti penyakit pernapasan, polusi, dan kerusakan lingkungan.

Beberapa parameter yang digunakan untuk mengukur kualitas udara meliputi:

  1. Partikulat (PM2.5 dan PM10): Ini adalah partikel-partikel kecil dalam udara dengan diameter kurang dari 2.5 mikrometer (PM2.5) dan 10 mikrometer (PM10). Partikulat ini dapat berasal dari sumber-sumber seperti pembakaran bahan bakar fosil, industri, dan aktivitas manusia lainnya.

  2. Ozon (O3): Ozon adalah gas yang terbentuk oleh reaksi kimia antara polutan berbasis nitrogen oksida (NOx) dan senyawa organik teruap (VOCs) di bawah sinar matahari. Ini adalah komponen utama dalam polusi ozon troposferik, yang memiliki efek buruk pada kesehatan manusia dan vegetasi.

  3. Nitrogen Dioksida (NO2): Gas ini biasanya berasal dari kendaraan bermotor dan pembakaran bahan bakar di industri. Pajanan jangka panjang terhadap NO2 dapat berdampak buruk pada sistem pernapasan manusia.

  4. Sulfur Dioksida (SO2): Gas ini sering dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, terutama di pembangkit listrik dan industri. SO2 dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan berkontribusi terhadap hujan asam.

  5. Karbon Monoksida (CO): Gas ini dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dan dapat sangat berbahaya jika terhirup dalam konsentrasi tinggi, karena mengganggu kemampuan darah untuk membawa oksigen.

  6. Bahan Kimia Organik Volatil (VOCs): Ini adalah senyawa-senyawa kimia yang mudah menguap dari berbagai bahan, termasuk pelarut, cat, dan produk pembersih. VOCs berkontribusi terhadap pembentukan ozon troposferik dan dapat memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas udara dalam ruangan.

Mengukur kualitas udara melibatkan penggunaan peralatan seperti monitor udara yang dapat mendeteksi dan mengukur konsentrasi parameter-parameter tersebut dalam udara. Pusat-pusat pengendalian polusi udara dan lembaga lingkungan di berbagai negara sering memantau kualitas udara secara terus-menerus dan menyediakan informasi publik tentang tingkat polusi udara melalui indeks kualitas udara. Indeks ini biasanya memberikan informasi tentang tingkat risiko kesehatan yang terkait dengan tingkat polusi udara tertentu, memungkinkan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan yang sesuai, seperti menghindari aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk.

Kualitas Udara Yang Baik Untuk Manusia

Rentang kualitas udara yang dianggap baik untuk manusia bervariasi tergantung pada parameter yang diukur dan pedoman yang ditetapkan oleh lembaga lingkungan dan kesehatan. Beberapa parameter memiliki standar yang diatur oleh organisasi seperti World Health Organization (WHO) atau lembaga lingkungan di setiap negara. Contoh rentang yang dianggap baik untuk beberapa parameter adalah:

  1. Partikulat (PM2.5): WHO menetapkan batas harian rata-rata PM2.5 yang aman adalah 25 µg/m³. Kualitas udara "baik" berada dalam kisaran di bawah 12 µg/m³.

  2. Ozon (O3): WHO menetapkan batas harian rata-rata maksimal O3 adalah 100 µg/m³. Namun, ozon juga memiliki batas jangka panjang yang lebih rendah untuk melindungi kesehatan manusia.

  3. Nitrogen Dioksida (NO2): WHO menetapkan batas tahunan rata-rata NO2 adalah 40 µg/m³.

  4. Sulfur Dioksida (SO2): WHO menetapkan batas harian rata-rata SO2 adalah 20 µg/m³.

  5. Karbon Monoksida (CO): WHO menetapkan batas 8 jam rata-rata CO adalah 10 ppm atau sekitar 11 mg/m³.

  6. Bahan Kimia Organik Volatil (VOCs): Kualitas udara baik untuk VOCs sangat bervariasi tergantung pada jenis senyawa dan sumbernya.

Penting untuk diingat bahwa pedoman ini dapat bervariasi antara lembaga dan negara, dan pedoman lebih lanjut mungkin berlaku tergantung pada faktor-faktor seperti rentang waktu (harian, tahunan), lokasi geografis, dan kelompok populasi yang rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.